Senin, 25 Mei 2009

Letjen TNI (Purn) Cornel Simbolon Berusaha Majukan Pabolon Jabodetabek

Ketua Umum terpilih Punguan Pomparan Raja Ompu Bolon Simbolon (Pabolon) dohot Boruna Jabodetabek 2009-2012, Letjen TNI (Purn) Cornel Simbolon/br Sagala, mengaku sudah mempunyai program khusus untuk memajukan perkumpulan marga Simbolon.
“Sebelum saya pensiun sudah ada permintaan untuk terlibat di partai dan tugas-tugas lain. Tapi, karena saya tidak tertarik dengan partai atau tidak mau terlibat berpolitik, semuanya saya tolak. Mungkin melalui punguan (perkumpulan) inilah diberikan Tuhan yang tepat bagi saya untuk berbuat.
Sebab, saya sudah bertekad bahwa sisa waktu yang ada ini ingin mencurahkan pikiran dan perhatian ke bidang sosial. Kemungkinan besar saya masih bisa berbuat sesuatu untuk kepentingan masyarakat banyak,”ungkapnya kepada Batak Pos usai pelantikan dirinya sebagai Ketua Umum Pabolon, di Gedung Mulia, Kebon Nanas, Jakarta Timur, Minggu (19/4).

Menurut Jenderal berusia 57 tahun ini, melalui Pabolon berusaha untuk memberikan sesuatu yang berarti kepada punguan. Contohnya, peningkatan pemahaman-pemahaman tentang sesuatu, membuka wawasan dari marga Simbolon tentang sesuatu.
“Kalau dilihat secara umum, sumber daya manusia marga Simbolon masih banyak yang kurang. Jadi, kita coba memberikan peningkatan pemahaman terhadap sesuatu, supaya pikiran lebih terbuka,”ujarnya.
Apakah salah satu programnya memerhatikan anggota yang tidak mampu atau perekonomiannya yang pas-pasan, sehingga sulit untuk menyekolahkan anaknya, Cornel Sombolon secara terbuka mengaku bahwa mengenai hal itu sudah lama dia pikirkan.

“Inilah salah satu cita-cita saya sejak dulu, bagaimana untuk mengatasinya. Saya bisa merasakan bagaimana keterbelakangan itu. Dengan keterbelakangan pengetahuan dan juga keterbatasan ekonomi, banyak di antara kita tidak mampu melanjutkannya hanya karena keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu, saya minta kepada semua pengurus Pabolon 2009-2012 harus rela berkorban dalam menjalankan tugasnya,”tegasnya.
Pesta Pabolon Meriah
Pesta Syukuran Bonataon Punguan Pomparan Raja Ompu Bolon Simbolon (Pabolon) se-Jabodetabek 2009, benar-benar meriah. Pengunjung membludak, melebihi kapasitas gedung, panitia sempat kewalahan, namun akhirnya teratasi atas kesadara semua pihak.
Acara diawali dengan kebaktian pagi hari dipimpin Pastor Paulinus M Simboloon, OFM Cap dan Pdt Eldarton Simbolon STh. Dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Panitia Penyelenggara, Ketua Umum Periode 2006-2009 sekaligus penyerahan memori pertanggungjawaban kepada Dewan Sohe.
Dan makan siang bersama serta pelantikan pengurus baru Pabolon Jabodetabek 2009-2012 yang dilakukan oleh Dewan Sohe. Pelantikan diiringi dengan manortor bersama, sehingga tidak terlihat kaku.
Kehadiran 30 artis Batak keturunan marga Simbolon, yakni Simbolon Sister, Simbolon Kids membuat suasana bertambah meriah. Para artis tersebut mengawali penampilan dengan koor bersama. Dan hampir semua lagu-lagu yang dibawakan para penyanyi sangat melekat dihati pengunjung. Sehingga ribuan undangan dengan spontan turut bernyanyi bersama.

Suasana semakin meriah dan penuh keakraban, ketika ratusan anak-anak dan remaja diberikan kesempatan untuk manortor bersama. Sementara para orangtua memberi saweran kepada mereka.
Dalam acara tersebut, selain melantik pengurus baru Pabolon, juga melantik pengurus Naposobulung Simbolon ((Nabolon). Kemudian memberikan penghargaan kepada Natuatua (orangtua) berusia 75 tahun ke atas, lelang parcel dan lelang gambar pajangan serta penarikan door prize.
Pengurus Pabolon Jabodetabek 2009-2012, adalah Letjen TNI (Purn) Cornel Simbolon/br Sagala (Ketua Umum), Kolonel DR Bisler Simbolon/br Nainggolan (Ketua Harian), Maruli Simbolon/br Situmorang (Ketua Bidang Adat), Letkol Luhut Simbolon, SH, MT/br Manurung (Ketua Bidang Organisasi).
Kemudian Drs Manaor Simbolon/br Nainggolan (Ketua Bidang Seni dan Budaya), Kapten Marinir Tony Simbolon/br Gurning (Ketua Bidang Pemuda), dan Drs Sotar Baduara Simbolon/br Sinaga (Sekretaris Umum), serta Drs Anggiat Groy Simbolon/br Simanjuntak (Bendahara Umum). Ditambah pengurus lainnya, termasuk 13 pengurus wilayah.

Sedangkan pengurus Nabolon Jabodetabek 2009-2012, sebagai ketua adalah Ordani ST Simbolon, SE didampingi sejumlah pengurus lainnya sesuai bidang masing-masing. Ikl

Catatan:
Tunggu realisasi tulisan ini setelah setahun, apakah memang benar-benar ada atau hanya retorika belaka.

Rakernas Simbolon Jadikan Momentum Kebangkitan Bona Pasogit

Bersatunya persepsi sejumlah tokoh-tokoh marga Simbolon se-Indonesia dalam Rakernas I Punguan Rakernas Simbolon Jadikan Momentum Kebangkitan Bona Pasogit

Simbolon dohot Boruna se-Indonesia (PBSI) pada 7-8 Juli 2008, merupakan momentum kebangkitan kampung halaman Simbolon yaitu Samosir dan Muara. Rakernas kali ini dirangkaikan dengan peresmian Kantor Wilayah PBSI di Pangururan, Samosir, dan perayaan HUT PBSI di Lobu Tangga, Desa Silali Toruan, Muara.

Sebanyak 200 peserta PBSI dari seluruh Indonesia berhasil menetapkan AD/ART dan program kerja tahunan PBSI. Antara lain, yang terkait dengan pengorganisasian, pengaderan, kesekretariatan, UKM, koperasi, penelitian dan pengembangan (litbang), kemitraan, pariwisata, agrobisnis, pendidikan dan pelatihan, serta agama dan adat demi kemajuan bersama baik di bona pasogit maupun perantauan.

“Diharapkan melalui organisasi PBSI diperoleh dukungan dan perhatian untuk terbentuknya manusia–manusia intelektual,” kata Ketua Umum PBSI, Drs Effendi MS Simbolon.

Bupati Tapanuli Utara diwakili Sekda Drs Sanggam Hutagalung, mengatakan, Rakernas PBSI I yang dilaksanakan di Muara akan memiliki nilai historis. “Diharapkan kita bisa mengejar ketertinggalan dari orang lain untuk mampu menggali. Yang di kampung tidak bisa cepat maju kalau tidak ada yang mengangkat,” ujar Sanggam.

Ketua Pelaksana Rakernas Drs Anthon Simbolon, MSi mengatakan, rakernas yang baru pertama kali diadakan sejak PBSI terbentuk tahun 2007 dilaksanakan di Muara, supaya sejalan dengan kampung halaman atau bona pasogit marag Simbolon yang berasal dari Samosir dan Muara. “Namun, untuk pelaksanaan berikutnya akan bergulir hingga sampai ke Bali,” ujarnya.

Salah seorang fungsionaris PBSI, Ir Mangindar Simbolon yang juga Bupati Samosir, memaparkan letak geografis Kabupaten Samosir yang sangat strategis dikembangkan menjadi kabupaten pariwisata. Namun kabupaten ini masih memiliki kekurangan, dari segi ekonomi kehidupan masyarakatnya masih sangat lemah.

Menurut Mangindar pulau Samosir yang dikelilingi Danau Toba memiliki banyak objek wisata bernilai keindahan alam dan budaya, sebuah ciptaan Tuhan yang harus disyukuri. “Pola pembangunannya harus diubah, yakni dengan menumbuhkan kerja sama diantara masyarakat, investor, maupun pemerintah supaya bersinergi. Pembenahan infrastruktur sangat dibutuhkan saat ini,” kata Mangidar.

Salah satu bagian penting hasil Rakernas adalah terungkapnya silsilah garis keturunan marga Simbolon sebagai alat pemersatu. Marga Simbolon berasal dari leluhur Soriraja dan Martuaraja. Soriraja memiliki anak yakni Simbolon Tuan, Simbolon Altong Nabegu, Simbolon Pande Sahata, dan Simbolon Juara Bulan. Dan keturunan Martuaraja di antaranya Suhutni Huta, Simbolon Sirimbang, dan Simbolon Hapotan.
http://batakpos-online.com/content/view/312/

Bupati Samosir Hadiri Pesta Malam Dana Gedung Serbaguna Hkbp Samosir

Bupati Samosir Mangindar Simbolon dipastikan akan menghadiri pesta malam dana pembangunan Gedung Serbaguna HKBP Distrik VII Samosir, bertema "Semalam Mengenang Samosir Ke-2", Minggu (14/12) di Gedung Grand Mangaraja, Jalan Perintis Kemerdekaan Kav 7-9, Pulogadung, Jakarta Timur.

Acara yang akan dimulai pukul 17.00 WIB itu diisi ibadah, makan malam, dan pengumpulan dana serta hiburan dengan menampilkan artis-artis ARBAB secara lengkap seperti Rita Butar-Butar, Jack Marpaung, Joel Simorangkir dan lain-lain.

Selain Bupati, akan hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Samosir Jhonny Naibaho, Praeses HKBP Distrik VII Samosir Pdt R Lumbanraja STh, politisi senior Drs Effendi MS Simbolon dan Benny Pasaribu, PhD, Mayjen (Purn) Mahidin Simbolon, Mangiring Tamba, Ir Anton Simbolon, Adian Silalahi, Tunggul Situmorang, dan tokoh-tokoh Batak asal pulau Samosir lainnya.

"Acara malam dana ini merupakan salah satu wujud kepedulian kami warga Samosir di perantauan terhadap kampung halaman, yang kini sangat membutuhkan sebuah gedung pertemuan yang representatif dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya, untuk keperluan pesta, pertemuan-pertemuan besar, seminar dan sejenisnya," kata Pdt Eldarton Simbolon, STh Ketua Panitia Dana Pembangunan Gedung Serbaguna HKBP Distrik VII Samosir, kepada Batak Pos di Jakarta Kamis (11/12).

Dikatakan Eldarton, putra-putri terbaik Batak yang berasal dari Pulau Samosir maupun bukan tetapi memiliki kepedulian yang tinggi akan kemajuan bangsa Batak khususnya Samosir, itu diharapkan supaya turut menghadiri acara dan memberikan kontribusi terbaiknya seturut kemampuan masing-masing.

Kesediaan para filontropis atau dermawan Batak untuk memberikan sumbangan secara sukarela, menurut Eldarton diharapkan akan menggugah orang-orang Batak lainnya di perantauan agar berkenan memerhatikan kemajuan kampung halamannya masing-masing supaya lebih maju.

"Gedung berukuran luas 25x56 meter itu mampu menampung sekitar 2.000 orang dengan biaya pembangunan sekitar Rp1,5 miliar. Gedung itu akan dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan jasmani, misalnya sebagai tempat latihan berolahraga. Tetapi yang terutama adalah sebagai sarana pembinaan rohani, misalnya sebagai tempat untuk mengadakan kebaktian kebangunan rohani (KKR), serta untuk perayaan pesta-pesta besar orang Batak," jelas Eldarton.

Sementara itu Kolonel Anthon Simbolon, MSi, Sekretaris Panitia, pada kesempatan berbeda kepada Batak Pos mengatakan,acara malam dana semacam ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap kepedulian para perantau terhadap bonapasogit.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, perkembangan bona pasogit tidak bisa kita harapkan terlalu banyak tanpa keterlibatan, uluran tangan, atau kepedulian para perantau. Oleh karena itu sekecil apapun partisipasi kita pasti akan dapat dirasakan oleh saudara kita di bonapasogit," kata Anthon, sehari-hari menjabat di Ditjen Perencanaan Pertahanan, Departemen Pertahanan RI.

Oleh karena itu, kata Anthon, panitia sangat mengharapkan kehadiran seluruh undangan yang berjumlah 1.000 orang pada acara tersebut. "Acara ini bisa juga dimanfaatkan sebagai momentum temu kangen sesama perantau asal Samosir dan sekitarnya, yaitu mereka yang lahir atau setidaknya pernah bermukim di sana," kata Anthon. hap
http://batakpos-online.com/content/view/1692/